• All
  • Category 1
  • Category 2

Selasa, 16 Februari 2010

Jenis-Jenis Memory Card (Kartu Memori)


Kemarin sempat dimintain tolong masukin lagu-lagu dimemori (micro SD) HP punya temanku, hmm..gak hanya itu dia juga nanya dikit tentang jenis-jenis memory card...souw tak da salahnya kutulis biar gak lupa.

Bagi orang yang mempunyai gadget seperti kamera digital, handphone, PDA, PSP, pasti mengetahui apa yang dinamakan memory card atau kartu memori sebagai piranti untuk meyimpan data pada gadget tersebut. Dinamakan memory card karena bentuknya seperti kartu dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil daripada perangko. Saat ini terdapat bermacam-macam jenis memory card.

Untuk itu mari kita bahas satu-persatu.

1. Memory Stick

Sony-lah yang pertama kali memperkenalkan media ini dan memproduksinya. Hampir seluruh kamera buatannya menggunakan Memory Stick sebagai media penyimpanannya. Bentuknya sangat kecil dan memiliki proses transfer yang cukup cepat.

Memory Stick Pro Duo

Generasi kedua Memory Stick, dengan kecepatan dan kapasitas yang meningkat.

Memory Stick Micro

Banyak digunakan pada handphone Sony Ericsson.

2. Multimedia Card (MMC)

Bentuknya seperti perangko dan lebih besar dari Memory Stick, sehingga membutuhkan slot yang berbeda. MMC dapat menyimpan berbagai macam file multimedia, mulai gambar, audio, sampai video. Proses transfernya cukup cepat dan banyak digunakan pula oleh PDA dan handphone generasi lama seperti N-Gage.

RS-DV MMC

Generasi selanjutnya dari MMC dengan bentuk yang lebih kecil, kecepatan yang meningkat dan voltase yang rendah sehingga dapat menghemat baterai.

3. SD (Secure Digital) Card

Bentuknya sama dengan MMC jadi tidak memerlukan slot khusus. Semua gadget yang mempunyai slot MMC dapat juga menggunakan SD Card. Kelebihan SD Card adalah adanya fasilitas copyright, yaitu konsep keamanan seperti yang dimiliki pada DVD audio.

Mini SD

Ukurannya kira-kira setengah ukuran SD Card. Untuk bisa dibaca oleh Card Reader dibutuhkan adapter.

Micro SD

Ukurannya lebih kecil daripada Mini SD. Banyak digunakan pada handphone sekarang.

XD Card

Khusus digunakan pada kamera digital bermerk Olympus dan Fuji.

4. Compact Flash Card

Teknologi pembacanya sama dengan PCMCIA Card, sehingga tidak memerlukan tambahanlain untuk membaca data Flash Card pada device ;ain seperti notebook atau PDA. Selain itu, tidak hanya data multimedia saja yang dapat disimpan oleh Flash Card, melainkan data lain seperti text dan sebagainya.

Compact Flash Tipe II

Compact Flash yang dikembangkan kali pertama oleh SanDisk pada tahun 1994 ini hadir dalam dua tipe. Yang pertama disebutkan memiliki ketebalan 3,3 mm, sedangkan yang kedua ini agak sedikit lebih tebal yaitu 5 mm.

5. Smart Media Card

Besarnya hampir sama dengan Flash Card, dengan ketebalan yang lebih tipis. Kemampuannya tidak sebesar Flash Card, namun Smart Media juga dapat menyimpan berbagai macam bentuk file multimedia.

Untuk dapat membaca memory card di komputer diperlukan Card Reader. Walaupun ada Card Reader yang menyatakan dapat membaca semua jenis memory card, nyatanya tidak semua jenis memory card bisa dibaca tersebut Card Reader. Untuk itu diperlukan yang namanya adapter. Misalnya kita mempunyai Card Reader yang dapat membaca SD Card tapi kita ingin membaca Micro SD, maka Micro SD yang ukurannya terlalu kecil dipasang adapter supaya ukurannya sama dengan SD card sehingga dapat dibaca.

Belajar Membuat Logo 3D di Photoshop



Belajar membuat logo 3D di photoshop, tutorial ini diambil dari Deviantart. Kali ini saya akan menerangkan sedikit cara cara membuat Symbol 3D Logo. kali ini saya akan menggunakan Symbol ( @ ) untuk mencoba anda bisa menggunakan huruf huruf ( typhography ) .

Before = After

Buka adobe photoshop. disini saya gunakan Adobe Photoshop cs3. pastikan computer anda sudah terinstall Adobe photoshop. buka halaman baru ( File -> New ) kemudian pilih ukuran gambar yang sesuai dengan yang anda inginkan. Pilih Text Tool ( T ) Kemudian mulai ketikkan huruf yang akan anda rubah menjadi Logo 3D. atur ukuran dan warna sesuai dengan yang anda inginkan. disini saya sudah memiliki gambar ( @ ) yang sebelumnya sudah saya buat di Corel X3.

Selanjtnya click kanan pada Layer Text ( T ) ( seperti Gambar ) kemudian click Rezterize Type ( untuk merubah mode Text ke Mode Gambar ) kemudian saya mengganti nama layer terebut dengan dengan nama LOgo . kemudian pilih Move tool ( tool paling atas pada sisi kiri photoshop ).

Kemudian dengan move tool kita rubah kemiringan gambar yang sudah dimiliki ( @ ) dengan menggeser kotak kecil pada tiap pojok gambar sambil menekan ( Alt pada key baoard ) , pastikan sebelumnya ( show transform control sudah dicentang ).


Kemudian pilih lagi layer Logo, sambil menekan ( Alt ) tekan tombol bawah ( tandapanah bawah pada keyboard ) untuk menduplikasi layer logo, tekan lah beberapa kali sampai layer ter copy beberapa kali dan kelihatan memiliki ketebelan kebawah. sehingga akan muncul Layer Logo Copy - Layer Logo copy 10.

Selanjutnya pilih layer logo copy, dan tekan Shift dan tahan sambil pilih Layer Logo copy 10. sehingga layer logo copy - layer logo copy 10 terpilih semua. kemudian klik kanan pada salah satu layer yang sudah di blok, dan pilih Merge Layer ( untuk menyatukan layer logo copy sampai layer logo copy 10 ). sehingga akhirnya jadi 2 layer ( logo & logo copy 10 ). kemudian pindahkan layer logo copy 10 supaya menjadi di bawah layer logo.

Selanjutnya pilih Burn Tool () kemudian rubah ukuran brush menjadi 250 ( atur sesuai kebutuhan ) dan piling Range : highlights dan Exposure : 100%. kemudian lakukan Burning pada layer Logo Copy 10. gunakan imajinasi anda untuk memilih bagian gelap terangnya dan menentukan dari arah mana datangnya cahaya, sehingga kelihatan gelap terangnya. untuk membuat bagian terangnya lakukan burning sambil menekan ( Alt ) pada keyboard. lakukan juga burning pada layer logo, sesuai dengan imajinasi anda.

Dengan tambahan sedikit imajinasi anda, anda bisa mengembangan teknik pencahayaan sesuai dengan yang anda ingin kan. sedikit sentuhan akhir, kita akan memberikan evek cahay berkilau, pilih Filter - Render - Lens Flare. letakkan kilauan cahaya sesuai dengan yang anda inginkan, pilih lens type 50-300mm atau anda bisa mencoba coba pilihan yang lain. lakukan teknik Lens Flare pada kedua layer.

Sehingga hasil akhirnya kira kira seperti dibawah.

Semoga tutorial ini berguna. Walaupun hasilnya tidak benar benar 3D tapi setidaknya Logo yang anda ciptakan bisa kelihatan lebih berdimensi. Dengan kreativitas yang anda miliki, trik trik dasar diatas akan dapat anda kembangkan menjadi lebih sempurna. Dengan sering sering latihan.. segala sesuatunya pasti bisa terjadi.